Tampilkan postingan dengan label Perusahaan Batubara Kalimantan Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perusahaan Batubara Kalimantan Timur. Tampilkan semua postingan

Masyarakat Memblokade Kapal Pengangkut Batubara di Kalimantan Timur

Diposting oleh Mesin Las on Jumat, 29 Juni 2012

batubara kalimantan

Pemerintah diminta tidak lagi blokade kegiatan blokade kapal pengangkut batubara di Kalimantan Timur. Hal ini memanifestasikan dirinya Thamrin Sihite, Direktur Jenderal (Ditjen) Mineral dan Batubara Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Ada pertemuan, dan kami (pemerintah dan pengusaha) telah meminta tidak ada lagi blokade Hasil koordinasi blokade tidak.." Thamrin mengatakan saat ditemui di Departemen ESDM, Selasa (29/5).

Sementara itu, Perdana Menteri, Jero Wacik mengatakan, pemerintah berbicara dengan perwakilan dari Gubernur Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dengan blokade kapal batubara untuk memecahkan. "Besok kita akan bertemu dengan seorang gubernur empat Kalimantan," kata Wacik.

Seperti yang Anda tahu, orang-orang Kalimantan diblokir pedalaman batubara kapal tongkang ke Jawa oleh Sungai Barito sejak Sabtu (26/5) pekan lalu. Blokade dilakukan menyusul permintaan untuk porsi subsidi BBM meningkat.

Permintaan tambahan dibuat karena kuota pemerintah dalam alokasi konsumsi bahan bakar Kalimantan subsidi diperkirakan di wilayah tersebut akan habis dalam tiga bulan.

Sebelumnya empat gubernur Kalimantan mengeluhkan kekurangan pasokan BBM bersubsidi ke DPR. Diantaranya adalah Gubernur Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Kurangnya pasokan bahan bakar bersubsidi di baris ke 2 mil per hari. Sementara Wacik berjanji, pemerintah menemukan jalan keluar dari kurangnya pemberian subsidi bahan bakar di tandu Kalimantan untuk diatasi secepat mungkin supaya perusahaan-perusahaan batubara di kalimantan tidak terganggu kegiatannya.

Tapi ia juga bertanya, jika memiliki ekstra, Pemerintah meminta agar bahan bakar tidak dialihkan untuk kegiatan pertambangan dan perkebunan. Dia juga meminta pengawasan sepeda motor yang sering menjadi bahan bakar untuk mengisi berulang-ulang yang sangat buruk dan curang mengingat kondisi yang terjadi seperti itu.
More aboutMasyarakat Memblokade Kapal Pengangkut Batubara di Kalimantan Timur

Setelah Lunasi Hutang Perusahaan, BYAN Belum Tentukan Kerjasama Produksi Batubara Di Kalimantan Timur

Diposting oleh Mesin Las

perusahaan batubara kalimantan timur

Perusahaan Batubara Indonesia, Bayan Resources Tbk (BYAN) mengaku telah membayar utang senilai US $ 400 juta. Pelunasan hutang itu berasal dari pemberian pinjaman dari sindikasi beberapa bank bahwa pinjaman sebesar US $ 750 juta ditawarkan.

Hal ini pada dasarnya pinjaman sebesar US $ 950 juta, namun saat ini AS hanya BYAN dibayar $ 750 juta. Bank-bank pinjaman memiliki: Sumitomo Mitsui Banking Corporation, ANZ, Bank Mandiri, HSBC, Standard Chartered, JP Morgan dan Natixis.

"Apa yang harus kita gunakan untuk US $ kami 400 juta untuk membayar kembali pinjaman untuk," kata direktur Jenny Quantero BYAN seperti yang ditemukan di Jakarta, Senin (28/5).

Sebagai tambahan, suatu kewajiban yang harus BYAN obligasi sisanya dilakukan di bawah club deal Fasilitas untuk US $ 300 juta pada tanggal 22 April 2010, dan fasilitas jembatan senilai US $ 185 juta Standard Chartered Bank Cabang Singapura 31 Mei 2011.

Sementara sisa pinjaman BYAN ditangkap akan digunakan sebagai modal kerja sebesar US $ 150 juta dan bagian dari belanja modal sebesar US $ 200 juta.

Di sisi lain, berhubungan dengan kerjasama dengan perusahaan Putih Energy Ltd untuk pabrik pengolahan batubara di Kalimantan Timur untuk mengembangkan masih beku. Hal ini mungkin harus dilihat apakah rencana BYAN untuk mengundurkan diri dari proyek, yang dilaporkan tidak bisa menjanjikan itu.

Sebagai catatan, Energi Putih memiliki BYAN dan perusahaan patungan, PT Kaltim Supacoal. BYAN memiliki 49% saham Kaltim Supacoal, dan 51% oleh perusahaan Energi Putih, Australia. Batubara pabrik pengolahan dibangun dan dioperasikan di bawah kendali perusahaan batubara Kaltim Supacoal.
More aboutSetelah Lunasi Hutang Perusahaan, BYAN Belum Tentukan Kerjasama Produksi Batubara Di Kalimantan Timur